Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)

Indonesia-Australia.

 Indonesia dan Australia sudah menjadi sahabat sejak lama, bahkan bisa dikatakan jika Indonesia adalah tetangga terdekat Australia, Hubungan kedua negara ini sudah terjadi sejak zaman bapak Pembangunan, beberapa diantara nya hubungan bilateral diantara keduanya.



Hubungan Bidang Pendidikan.
  •     Banyak pelajar Indonesia yang bersekolah di Universitas ternama di Australia, dan Australia membantu memajukan pendidikan di Indonesia.
Hubungan Bidang Kesehatan.
  •     Australia memberikan bantuan sebesar U$ 100 juta atau sekitar 800 miliar rupiah untuk mengatasi HIV/AIDS di Indonesia, juga membantu menyembuhkan penyakit mata di Observatorium Bali.
Hubungan Bidang Ekonomi.
  •    Banyak relasi yang ada pada kedua negara di bidang ekonomi, sejak menjadi mitra, kemajuan Indonesia - Australia mencapai 25, 7%, Banyak perusahaan besar yang saling menjadi mitra dari bidang pertambangan, komunikasi hingga transportasi.
Hubungan Bidang Pariwisata.
  •    Australia merupakan wisatawan yang penting bagi Indonesia, hampir 12% wisatawan mancanegara yang menuju pulau dewata adalah warga Australia.


KONFLIK INDONESIA-AUSTRALIA.

Banyak konflik yang terjadi diantara 2 negara ini, beberapa diantaranya saya jabarkan, :)

1. Papua
Hubungan Indonesia dan Australia pernah mengalami ketegangan saat 43 warga Papua meminta suaka politik ke Australia pada 2006.

Kala itu Pemerintah Australia memberikan visa perlindungan sementara (temporary protection visa) kepada 42 dari 43 warga Papua itu.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat itu sempat menarik duta besar Indonesia untuk Australia Hamzah Thayeb untuk berkonsultasi di Jakarta.

Pemerintah Indonesia menyatakan tidak bisa menerima keputusan Pemerintah Australia yang telah memberikan visa tinggal sementara kepada 42 warga Papua dan menganggap Canberra menerapkan standar ganda dalam kasus pemberian visa tinggal sementara tersebut.

Keputusan Departemen Imigrasi Australia (DIMA) itu dianggap tidak menyenangkan karena sejak awal pemerintah Indonesia, baik melalui Kementerian Luar Negeri maupun komunikasi langsung Presiden SBY melalui telpon dengan PM John Howard, telah menegaskan bahwa tidak satupun dari ke-43 warga Papua tersebut yang tengah dikejar oleh aparat.

Ketegangan itu berakhir saat Presiden SBY dan Perdana Menteri Australia saat itu John Howard bertemu dan sepakat untuk menormalisasi hubungan bilateral dan membangun kembali kerjasama yang lebih baik dan saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah.

2. Penyadapan
Isu penyadapan muncul setelah sebuah dokumen yang dibocorkan Edward Snowden diterbitkan oleh media Australia, ABC dan Guardian. Intelijen Australia menyadap telepon seluler milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri.

Ternyata hal itu bukan sekadar isu. Memang benar intelijen Australia menyadap Presiden dan beberapa menteri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan rasa kecewanya atas tindakan Pemerintah Australia yang melakukan penyadapan terhadap dirinya. Ia menilai tindakan itu menyakitkan.

Melalui akun @SBYudhoyono, yang merupakan akun pribadinya di jejaring sosial twitter, Presiden SBY menuliskan jika Pemerintah Indonesia akan meninjau kembali kerjasama bilateral dengan Pemerintah Australia.

"Kita juga akan meninjau kembali sejumlah agenda kerjasama bilateral, akibat perlakuan Australia yang menyakitkan itu.*SBY*," tulisnya pada Selasa (19/11/2013) dinihari.

Menurutnya tindakan penyadapan yang dilakukan oleh Pemerintah AS dan Australia sangat mencederai kemitraan strategis dengan Indonesia, terlebih AS dan Australia sama-sama negara yang menganut azas demokrasi.

"Saya juga menyayangkan pernyataan PM Australia yang menganggap remeh penyadapan terhadap Indonesia, tanpa rasa bersalah. *SBY*," katanya.



PERBANDINGAN KEKUATAN MILITER.

Ranking Militer Dunia.
  • Indonesia: 7
  • Australia:  13

Total Tenaga Kerja Aktif.
  •  Indonesia: 129,075,188
  • Australia: 10,433,186

Personel Siap Perang.
  • Indonesia: 450.000
  • Australia: 47.000

Tentara Cadangan.
  • Indonesia: 400.000
  • Australia: 30.000

Total Pesawat Tempur.
  • Indonesia: 510
  • Australia: 374

Total Senjata Pertahanan.
  • Indonesia: 1577
  • Australia: 3259

Total Kapal Perang.
  • Indonesia: 136
  • Australia: 53
 
Kesimpulan: 
Jika terjadi perang, Indonesia tidak akan kalah dengan Australia jika memang perang 1 lawan 1, Perbandingan kekuatan kedua negara sangat mencolok, dalam militer Indonesia menang telak tapi masih kalah dalam hal budget untuk peperangan, :)
Semoga bermanfaat, :)
Source: 

Artikel Terkait: Indonesia-Australia.

Description: Indonesia-Australia. Rating: 5.0 Reviewer: Firdaus Rizqy Azizi ItemReviewed: Indonesia-Australia.
Comments
0 Comments

{ 0 komentar... read them below or add one }